Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Farmasi Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melaksanakan Program Apoteker Cilik (ApoCil) di SD Negeri 3 Labuhan Ratu, Bandar Lampung, pada 20–21 Agustus 2026. Program ini diarahkan untuk memperkuat literasi obat sejak usia sekolah melalui edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan benar), pengenalan profesi apoteker, pemanfaatan media pembelajaran interaktif APOCILPLAY, serta pembentukan kader Apoteker Cilik.
Kegiatan diketuai oleh Dr. apt. Anjar Hermadi Saputro, S.Farm., M.Pharm.Sci., bersama tim dosen yang terdiri atas Dr. apt. Sudewi Mukaromah Khoirunnisa, M.Sc., apt. Rizky Hidayaturrahmah, S.Farm., M.Clin.Pharm., Dr. apt. Atika Dalili Akhmad, S.Farm., M.Sc., dan apt. Dirga, S.Farm., M.Sc.
Sebanyak 50 siswa kelas V SD Negeri 3 Labuhan Ratu mengikuti rangkaian Program ApoCil. Salah satu materi utama yang diberikan tim dosen Farmasi ITERA adalah edukasi DAGUSIBU yang disampaikan secara interaktif dan disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa sekolah dasar.
Melalui materi tersebut, siswa diajak memahami pentingnya memperoleh obat dari tempat yang tepat, menggunakan obat sesuai petunjuk, menyimpan obat dengan benar, serta tidak menggunakan obat yang telah rusak atau melewati tanggal kedaluwarsa. Siswa juga diberikan pemahaman untuk memperhatikan informasi dan kondisi obat serta bertanya kepada orang tua, apoteker, atau tenaga kesehatan apabila terdapat informasi yang belum dipahami.
Selain itu, siswa juga memperoleh booklet edukasi Apoteker Cilik yang berisi informasi sederhana mengenai profesi apoteker dan penggunaan obat yang aman dan benar. Booklet dibagikan sebagai media pembelajaran yang dapat dibaca kembali oleh siswa setelah kegiatan serta dimanfaatkan untuk membantu mengingat pesan-pesan kesehatan yang telah diberikan.
Untuk mengevaluasi pemahaman siswa, rangkaian edukasi dilengkapi dengan pretest dan posttest mengenai penggunaan obat yang aman dan benar.
Ketua Tim PkM, Dr. apt. Anjar Hermadi Saputro, S.Farm., M.Pharm.Sci., menyampaikan bahwa pengenalan penggunaan obat sejak usia sekolah penting dilakukan sebagai bagian dari pembentukan kebiasaan menggunakan obat secara aman dan bertanggung jawab.
“Melalui Program Apoteker Cilik, kami ingin mengenalkan penggunaan obat yang aman dan benar kepada siswa sejak dini dengan cara yang mudah dipahami dan menyenangkan. Edukasi DAGUSIBU diharapkan membantu siswa memahami bagaimana mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar.”
Sebagai bagian dari Program ApoCil, kegiatan edukatif turut juga dilaksanakan oleh Mahasiswa/i KKN Rekognisi yang beranggotakan oleh Muhamad Fain Azizi, Ulima Maghfira, dan Maria Laylia Latifah dari Program Studi Farmasi ITERA, serta Haura Fathinah Purnomo dan Kyla Yasmine Anadila dari Program Studi Desain Komunikasi Visual ITERA, di bawah pembinaan dan arahan tim dosen PkM.
Salah satu kegiatan yang diberikan adalah pengenalan profesi apoteker. Siswa dikenalkan pada tugas apoteker, alat dan perlengkapan yang digunakan, serta berbagai tempat kerja apoteker seperti apotek, rumah sakit, puskesmas, klinik, dan industri farmasi. Materi juga mengenalkan apoteker sebagai tenaga kesehatan yang berperan dalam membantu memastikan obat disiapkan dan digunakan secara aman dan benar.
Penguatan materi dilakukan melalui APOCILPLAY, website edukasi interaktif yang dikembangkan sebagai media pembelajaran dalam Program ApoCil. Melalui permainan tarik tambang berbasis pertanyaan, siswa berkompetisi secara berkelompok untuk mengulang materi mengenai profesi apoteker dan penggunaan obat yang aman.
Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses pembentukan 15 kader Apoteker Cilik. Kader dipilih dengan mempertimbangkan hasil evaluasi, pemahaman, keaktifan, sikap, keterampilan, serta keterlibatan siswa selama kegiatan.
Para kader diharapkan dapat menjadi contoh bagi teman sebaya dan membantu menyampaikan kembali pesan mengenai penggunaan obat yang aman di lingkungan sekolah.
Melalui Program ApoCil, Institut Teknologi Sumatera sebagai institusi pendidikan berupaya memperkuat literasi obat sejak usia sekolah dengan memadukan edukasi DAGUSIBU, pengenalan profesi apoteker, booklet edukasi, media pembelajaran interaktif APOCILPLAY, serta pembentukan kader Apoteker Cilik. Rangkaian tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa, tetapi juga mendukung keberlanjutan edukasi penggunaan obat yang aman dan benar di lingkungan sekolah.