Pekon Paku, 30 Agustus 2026 – Institut Teknologi Sumatera (ITERA) bersama Universitas Lampung (Unila) dan Universitas Terbuka (UT) melaksanakan rangkaian Program Kolaborasi Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS-PTN) Wilayah Barat di Pekon Paku, pada 29–30 Agustus 2026. Kegiatan difokuskan pada pemberdayaan masyarakat, penguatan UMKM, pendidikan, serta pemanfaatan kembali sarana produksi masyarakat.
Salah satu kegiatan dilaksanakan bersama ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Pekon Paku melalui sosialisasi pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan dan UMKM. Ketua Tim PKM, Dr. Selfiani, S.E., M.Ak., Akt., CESA., CAPM., menyampaikan materi mengenai model pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan dan pengembangan UMKM.
Materi selanjutnya disampaikan Prof. Ir. Gusri Akhyar Ibrahim, S.T., M.T., Ph.D., mengenai filosofi konsep 4P yang menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pekon, dunia usaha, masyarakat, dan media dalam mendorong kemajuan desa. Sementara Achmad Suryadi Nasution, S.Si., M.Sc., memperkenalkan pemanfaatan aplikasi POM-QM for Windows untuk membantu pelaku UMKM melakukan analisis usaha, termasuk perhitungan laba dan rugi.
Sebagai bagian dari penguatan potensi ekonomi masyarakat, tim juga melakukan reaktivasi enam unit mesin produksi tusuk sate bambu milik warga yang telah sekitar 11 tahun tidak beroperasi. Dari enam mesin yang diuji, lima unit berhasil kembali berfungsi dengan baik, sedangkan satu unit masih memerlukan perbaikan lanjutan. Pengaktifan kembali mesin tersebut diharapkan dapat mendorong produktivitas dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Pekon Paku.
Tim PKM juga mengunjungi perajin topi caping untuk melihat secara langsung potensi kerajinan lokal yang dikembangkan masyarakat. Potensi tersebut dinilai dapat terus diperkuat melalui peningkatan kualitas produk, pengemasan, pemasaran, serta perluasan akses pasar sehingga mampu mendukung pengembangan UMKM dan pendapatan masyarakat.
Selain pemberdayaan masyarakat, kegiatan turut menyasar sektor pendidikan melalui sosialisasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SDN 1 Paku. Materi disampaikan Dr. Rifky Fauzi, S.Si., M.Si., yang menjelaskan bahwa TKA dapat dimanfaatkan untuk memetakan kemampuan akademik siswa dan menjadi bahan evaluasi dalam mendukung proses pembelajaran. Pada kesempatan tersebut, tim turut menyerahkan modul TKA Matematika dan fasilitas tempat sampah kepada pihak sekolah.
Sebagai bentuk dukungan konkret kepada masyarakat, tim kolaborasi ITERA, Unila, dan UT juga menyerahkan sejumlah sarana pendukung, antara lain mesin pemotong rumput untuk mendukung pengelolaan lingkungan Pekon Paku, serta modul pembelajaran dan tempat sampah untuk SDN 1 Paku.
Melalui kolaborasi tersebut, perguruan tinggi diharapkan dapat terus menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Program PKM BKS-PTN Wilayah Barat di Pekon Paku diharapkan menjadi awal kolaborasi berkelanjutan dalam penguatan pendidikan, UMKM, pengelolaan lingkungan, serta kemandirian ekonomi masyarakat.