Program Studi Fisika, Fakultas Sains, Institut Teknologi Sumatera (Itera), menyelenggarakan Studium Generale Talk Series #3 bertema “Potensi Riset Fisika Fotonik dan Magnetik di Indonesia” di Aula Gedung F Itera, Rabu, 7 Oktober 2026. Kegiatan ini menghadirkan akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk memperluas wawasan mahasiswa dan dosen mengenai perkembangan riset fisika sekaligus menjajaki peluang kolaborasi akademik antarinstitusi.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Sains Itera, Dr. Meezan Ardhanu Asagabaldan, S.Pi., M.Si. Melalui kegiatan tersebut, Fakultas Sains Itera berharap dapat meningkatkan motivasi penelitian mahasiswa dan dosen serta membuka ruang pengembangan kerja sama pendidikan dan penelitian antara Itera dan ITB.

Dua narasumber utama yang hadir adalah Prof. Rachmat Hidayat, S.Si., M.Eng., Ph.D., dan Dr. Abdul Muizz Tri Pradipto, S.Si., M.Si. Sesi kuliah umum dipandu oleh dosen Program Studi Fisika Itera, Okky Fajar Tri Maryana, Ph.D., sebagai moderator. Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah dosen Fisika ITB dari Kelompok Keahlian Fotonik dan Magnetik untuk berbagi wawasan dan pengalaman penelitian.

Prof. Rachmat Hidayat menyampaikan materi berjudul “Riset Material Fungsional sebagai Ruang Kreasi dan Inovasi Sekaligus Membangun Kemandirian Sains dan Teknologi”. Dalam paparannya, ia membahas penelitian material fungsional sebagai ruang pengembangan gagasan dan inovasi yang berkaitan erat dengan upaya membangun kemandirian sains dan teknologi.

Sementara itu, Dr. Abdul Muizz Tri Pradipto membawakan materi “Mengintip Dunia Kuantum: Bagaimana Perilaku Elektron Menentukan Sifat Material?”. Paparan tersebut mengulas hubungan antara perilaku elektron pada tingkat kuantum dan karakteristik material. Materi ini memberikan perspektif mengenai peran pemahaman fisika dasar dalam penelitian dan pengembangan material.

Kedua materi tersebut memperkaya pemahaman peserta mengenai potensi riset fisika dan kaitannya dengan pengembangan teknologi. Fotonik, yang mempelajari cahaya dan interaksinya dengan materi, menjadi landasan bagi pengembangan teknologi optik, komunikasi, dan sensor. Adapun fisika magnetik berperan dalam pengembangan material fungsional, perangkat elektronik, penyimpanan data, serta sensor magnetik. Melalui sesi diskusi dan tanya jawab, peserta berkesempatan mendalami materi serta berdialog langsung dengan narasumber mengenai peluang penelitian di bidang tersebut.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok keilmuan di Ruang Rapat F102. Diskusi ini mempertemukan Subkelompok Keilmuan Fisika Material Itera dengan Kelompok Keahlian Fotonik dan Magnetik ITB untuk saling mengenalkan bidang keahlian, bertukar pengalaman penelitian, dan mengidentifikasi potensi kerja sama.

Pembahasan mencakup penjajakan kolaborasi dalam pendidikan, penelitian, dan pengembangan keilmuan. Komunikasi akademik yang terbangun diharapkan dapat berlanjut pada pembahasan topik riset yang lebih terarah serta kemungkinan pelaksanaan kegiatan bersama.

Melalui Studium Generale Talk Series #3, Program Studi Fisika Itera berupaya memperkuat budaya penelitian dan memperluas jejaring akademik. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa dan dosen mengembangkan riset fisika yang relevan dengan kebutuhan sains dan teknologi di Indonesia.