Program Studi Fisika Fakultas Sains Institut Teknologi Sumatera (Itera) menghadirkan akademisi dan peneliti University of Tsukuba, Jepang, Ir. Rofiqul Umam, M.Sc., Ph.D.Sc., dalam Studium Generale Diaspora 2026, Rabu, 23 September 2026. Mengangkat tema “Radiogenic Geothermal System, Lithium Enrichment, and Strategic Mineral Potential in Indonesia”, kegiatan ini memperkenalkan mahasiswa pada perkembangan riset panas bumi, pengayaan litium, dan potensi mineral strategis di Indonesia.
Dekan Fakultas Sains Itera, Dr. Meezan Ardhanu Asagabaldan, S.Pi., M.Si., membuka kegiatan tersebut secara resmi. Dalam sambutannya, Meezan menyampaikan bahwa Studium Generale Diaspora menjadi ruang akademik yang mempertemukan mahasiswa dengan akademisi dan peneliti berpengalaman dalam pengembangan riset serta kolaborasi internasional. Kehadiran narasumber diaspora diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai peluang penelitian dan jejaring akademik global.
Sesi pemaparan dipandu oleh dosen Program Studi Fisika Itera, Dr. Rahmat Nawi Siregar, S.Pd., M.Sc., sebagai moderator. Mengawali sesi, Rahmat memperkenalkan profil dan rekam jejak akademik narasumber sebelum mengarahkan pembahasan pada keterkaitan panas bumi dengan potensi sumber daya mineral.
Dalam paparannya, Rofiqul membahas pengembangan riset panas bumi dan geofluida, khususnya sistem panas bumi radiogenik yang memiliki karakteristik berbeda dengan sistem panas bumi vulkanik. Pembahasan mencakup interaksi fluida panas bumi dengan batuan serta keterkaitan proses geokimia dengan pengayaan unsur strategis, seperti litium.
Rofiqul turut mengulas peluang penelitian multidisiplin yang menghubungkan bidang geosains, energi, dan sumber daya mineral. Melalui materi tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai keterkaitan ilmu fisika dengan kajian potensi energi dan mineral, sekaligus peluang pengembangan riset di Indonesia.
Selain materi ilmiah, Rofiqul membagikan pengalamannya mengenai budaya riset, kolaborasi internasional, dan pengembangan jejaring akademik. Pengalaman dalam lingkungan akademik internasional tersebut memberikan perspektif bagi mahasiswa mengenai pentingnya membangun kompetensi penelitian dan kemampuan berkolaborasi sejak masa perkuliahan.
Pada sesi diskusi dan tanya jawab, mahasiswa berdialog langsung dengan narasumber mengenai materi yang disampaikan serta berbagai aspek pengembangan penelitian dan akademik. Diskusi ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperdalam pemahaman sekaligus menggali pengalaman narasumber dalam menjalankan riset internasional.
Kegiatan ditutup dengan penyampaian rangkuman oleh moderator, penyerahan sertifikat, dan foto bersama. Melalui Studium Generale Diaspora 2026, Program Studi Fisika Itera berupaya memperkuat atmosfer akademik dan memperluas perspektif mahasiswa di luar perkuliahan reguler. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa mengembangkan minat riset serta mempersiapkan diri untuk terlibat dalam kolaborasi akademik yang lebih luas.