Program Studi Fisika, Fakultas Sains, Institut Teknologi Sumatera (Itera) melalui tim Fisika Teori menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang ditujukan bagi siswa SMA se-Lampung dengan mengusung tema “Implementasi Alat Peraga Gravitasi Well dalam Pembelajaran Interaktif Gravitasi untuk Meningkatkan Minat Studi Fisika”. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana edukatif untuk membantu siswa memahami konsep gravitasi secara lebih visual dan interaktif, sekaligus menumbuhkan ketertarikan terhadap bidang fisika teori yang sering dianggap abstrak.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 26 Januari 2026 ini diikuti oleh sekitar 150 siswa dari berbagai sekolah menengah atas di wilayah Lampung. Acara diawali dengan sesi pembukaan yang memaparkan pentingnya lIterasi sains, khususnya dalam memahami fenomena alam melalui pendekatan fisika. Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi yang terlihat dari keaktifan dalam berdiskusi serta keterlibatan selama kegiatan berlangsung.
Dalam kegiatan ini, tim Fisika Teori Itera memperkenalkan alat peraga gravity well sebagai media pembelajaran utama. Alat ini digunakan untuk memvisualisasikan konsep kelengkungan ruang-waktu akibat keberadaan massa, sebagaimana dijelaskan dalam teori relativitas umum. Dengan menggunakan bola dan permukaan elastis, siswa dapat mengamati bagaimana benda bermassa mempengaruhi lintasan benda lain disekitarnya, sehingga konsep gravitasi tidak lagi hanya dipahami melalui persamaan matematis, tetapi juga melalui representasi visual yang intuitif.
Melalui demonstrasi langsung, siswa diajak untuk mengeksplorasi hubungan antara massa, gaya tarik, dan lintasan gerak benda. Pendekatan ini membantu menjembatani konsep abstrak dalam fisika teori menjadi pengalaman belajar yang konkret dan menyenangkan. Selain itu, kegiatan ini juga membuka wawasan siswa mengenai bagaimana teori-teori fisika modern, seperti relativitas umum, memiliki peran penting dalam memahami fenomena alam semesta.
Para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman baru, tetapi juga didorong untuk lebih tertarik melanjutkan studi di bidang fisika. Interaksi langsung dengan dosen serta pengalaman praktik menggunakan alat peraga menjadi salah satu faktor yang meningkatkan motivasi belajar siswa terhadap sains, khususnya fisika.
Sebagai bagian dari evaluasi kegiatan, tim pelaksana melakukan pretest dan posttest kepada peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep gravitasi, yang ditandai dengan kenaikan nilai rata-rata posttest dibandingkan pretest. Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan alat peraga interaktif efektif dalam meningkatkan lIterasi sains dan pemahaman konsep fisika yang bersifat abstrak.
Ke depan, Program Studi Fisika Itera berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan dilaksanakan secara berkelanjutan. Melalui inovasi dalam metode pembelajaran, diharapkan semakin banyak generasi muda yang memiliki ketertarikan terhadap fisika, mampu berpikir kritis, serta siap berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di masa depan.