Program Studi Fisika Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melalui tim Fisika Kebumian menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang ditujukan bagi siswa SMA se-Lampung. Kegiatan ini menjadi sarana edukatif bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat teknologi di bidang kebumian, sekaligus memberikan pengalaman langsung terkait penggunaan instrumen dalam penelitian.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 26 Januari 2026 ini diikuti oleh sekitar 150 siswa dari berbagai sekolah menengah atas di wilayah Lampung. Sejak pagi, peserta mengikuti sesi pembukaan yang memaparkan tujuan kegiatan, pentingnya literasi sains, serta peran ilmu kebumian dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme siswa tampak dari partisipasi aktif dan interaksi selama sesi berlangsung.
Dalam kegiatan tersebut, tim Fisika Kebumian ITERA memperkenalkan dua instrumen utama, yaitu mikrotremor dan Ground Penetrating Radar (GPR). Mikrotremor merupakan alat yang digunakan untuk merekam getaran alami permukaan tanah. Data yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk menganalisis kerentanan seismik suatu wilayah, mengidentifikasi karakteristik tanah, serta mendukung perencanaan pembangunan infrastruktur yang lebih aman terhadap potensi gempa.
Sementara itu, Ground Penetrating Radar (GPR) adalah instrumen yang bekerja dengan memanfaatkan gelombang elektromagnetik untuk mendeteksi struktur bawah permukaan secara non-destruktif. Teknologi ini dapat digunakan untuk memetakan lapisan tanah dan batuan, mendeteksi objek bawah tanah seperti pipa atau artefak arkeologi, serta mendukung kajian lingkungan dan kebencanaan, seperti penelitian longsor maupun pencarian jalur air bawah tanah.
Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya memperoleh wawasan baru mengenai teknologi kebumian, tetapi juga didorong untuk menumbuhkan minat terhadap bidang fisika kebumian. Pengenalan teknologi sejak dini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya ilmu kebumian dalam kehidupan, khususnya dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam di Indonesia.
Sebagai bagian dari evaluasi, tim pelaksana melakukan pretest dan posttest kepada peserta. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan pemahaman, ditandai dengan nilai rata-rata posttest yang lebih tinggi dibandingkan pretest. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi yang diberikan berhasil meningkatkan literasi kebumian serta pemahaman dasar siswa terhadap bidang tersebut.
Ke depan, Program Studi Fisika ITERA berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Dengan demikian, semakin banyak generasi muda yang memiliki literasi sains yang baik, peduli terhadap lingkungan, serta siap berkontribusi dalam upaya mitigasi bencana.